Sebelum Meninggal, Ince Langke Dua Kali Ngomong “Mohon Pimpinan Dikasih Saya Bicara Paling Terakhir”

Ince Langke saat mengikuti rapat banggar di Dewan Sulsel sebelum pingsan dan akhirnya meninggal dunia, Selasa 8 September 2020.

Ince Langke saat mengikuti rapat banggar di Dewan Sulsel sebelum pingsan dan akhirnya meninggal dunia, Selasa 8 September 2020.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Anggota Komisi B Bidang Perekonomian Dewan Sulawesi Selatan Saharuddin baru menyadari kalau ucapan “terakhir” merupakan isyarat bahwa koleganya dari anggota badan anggaran, Ince Langke akan pergi selama-lamanya.

“Sudah dua hari dia (almarhum Ince Langke) minta diberi kesempatan paling terakhir bicara. Selama rapat banggar dilakukan,”kata Saharuddin, Selasa 8 September 2020.

Pertama Senin 7 September. Kemudian hari ini Selasa 8 September 2020. “Tidak ada tanda-tanda kalau pak Ince mau meninggal kami selama-lamanya,”kata politisi dari Fraksi PPP ini.

“Dalam rapat yang digelar siang tadi almarhum sempat bercanda. Tapi memang pada saat rapat berlangsung, almarhum kembali melontarkan perkataan “mohon pimpinan dikasih saya bicara paling terakhir”

Setiba giliran Ince Langke berbicara, lanjut Saharuddin, tiba-tiba omongannya tidak jelas dan langsung pingsan di kursi yang ditempatinya. Rapat banggar itu sendiri dilakukan di lantai 8 gedung DPRD Sulawesi Selatan.

“Kami sontak kaget lalu beri pertolongan. Selanjutnya dibawa ke RS Awal Bros,”ucapnya.

Menurutnya, meninggalnya Ince Langke terasa sulit dipercaya. Bahkan Saharuddin mengakui, koleganya itu betul-betul sangat memikirkan nasib rakyat.

“Mari kita memperbaiki perekonomian di Sulsel. Dan semoga kabupaten/kota dapat bantuan keungan,”kenang Saharuddin meniru ucapan koleganya itu.