Kakanwil Agama Curhat Nasib Guru Honorer Madrasah ke Ketua Dewan Sulsel

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan, Khaeroni, bersilaturrahmi dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, di Rumah Jabatan DPRD Sulsel, di Jalan Ratulangi Makassar, Kamis 8 Oktober 2020.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan, Khaeroni, bersilaturrahmi dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, di Rumah Jabatan DPRD Sulsel, di Jalan Ratulangi Makassar, Kamis 8 Oktober 2020.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan, Khaeroni, bersilaturrahmi dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, di Rumah Jabatan DPRD Sulsel, di Jalan Ratulangi Makassar, Kamis 8 Oktober 2020.

Kakanwil SulSel yang datang didampingi Kapala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU), Fathurrahman serta Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Kaswad Sartono. Menyampaikan bahwa, jajarannya siap bersinergi dan bekerjasama dengan DPRD Sulsel, utamanya terkait peningkatan dan pembinaan program Agama dan Keagamaan.

Namun kata Khaeroni, sejumlah masalah masih butuh uluran tangan para Wakil Rakyat khususnya di Sulsel terkait dengan kesejahteraan guru Agama. Khususnya guru Honor di Madrasah yang memperihatinkan.

“Dimana mereka Cuma berpenghasilan 300 ribu per bulan, mudah mudahan keprihatinan kami di Kementerian Agama bisa mendapatkan respon positif dari lembaga terhormat yang ibu Pimpin,”kata Khaeroni.

Menanggapi hal itu, Andi Ina menyambut baik komitmen Kerjasama dan gagasan Kakanwil.
Menurutnya, hal ini akan dibahas melalui Komisi E yang menjadi mitra strategis Kementerian Agama.

“Kerjasama sangat dibutuhkan untuk dapat bekerjasama terutama dengan komisi E,” ujar legislator Partai Golkar ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa, terkait dengan penghasilan atau gaji Guru Honorer khususnya guru Madrasah. “Insya Allah kami bisa usahakan bantu dengan melihat alokasi anggaran yang dapat kita gunakan termasuk bantuan keuangan,” Jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, di DPRD telah mengalokasikan bantuan ke sejumlah lembaga pendidikan keagamaan baik di Madrasah maupun di Pondok Pesantren. Namun, belum seluruhnya bisa terpenuhi.

“Tapi minimal ini bukti bahwa kami memiliki perhatian kepada lembaga keagamaan baik itu pendidikan maupun social keagamaan. Jadi, ke depan kita bisa lebih tingkatkan kerjasama agar kebutuhan dasar yang Bapak Kakanwil sebutkan tadi bisa diatasi bersama sama,”ucapnya.

Pada pertemuan itu, Andi Ina yang juga merupakan seorang notaris turut menawarkan bantuan gratis untuk mendapatkan Suarat keputusan (SK) Yayasan Masjid.