Reses di Kecamatan Bajeng, Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk ke Rismawati

Legislator DPRD Sulawesi Selatan, Rismawati Kadir Nyampa menggelar reses di Kelurahan Mata Allo, Kecamatan Bajeng, Selasa 3 November 2020.

Legislator DPRD Sulawesi Selatan, Rismawati Kadir Nyampa menggelar reses di Kelurahan Mata Allo, Kecamatan Bajeng, Selasa 3 November 2020.

GOWA,DJOURNALIST.com – Sejumlah kelompok tani yang berada di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa mengeluhkan terjadinya kelangkaan pupuk setiap tahun di daerah ini. Keluhan itu disampaikan saat legislator DPRD Sulawesi Selatan, Rismawati Kadir Nyampa menggelar reses di Kelurahan Mata Allo, Kecamatan Bajeng, Selasa 3 November 2020.

“Seperti sekarang musim tanam padi yang sangat membutuhkan pupuk, belum lagi saat ini masyarakat tengah dihadapkan dengan pandemi COVID-19 yang mempengaruhi keadaan perekonomian semakin menurun,”keluh salah seorang kelompok tani.

Sementara dipasaran pupuk yang tersedia adalah pupuk non subsidi dengan harga yang sangat mahal.

Mendengar keluhan warga, Rismawati merespon baik kebutuhan para petani akan pengadaan pupuk. “Kami menampung aspirasi agar pupuk subsidi bisa tersalurkan tepat waktu selain itu kami menindak lanjuti kepada pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura untuk menjawab keluhan tersebut dengan memberikan solusi alternatif dengan pupuk organik,”katanya.

Legislator dari Fraksi Demokrat ini mengapresiasi pemerintah provinsi yang telah menyalurkan bantuan pupuk organik untuk beberapa kelompok tani,sekaligus mengedukasi masyarakat tani mengubah pola lama hingga bebas dari zat Kimia.

“Untuk mengasilkan hasil tanaman yang lebih sehat dan hasil melimpah,sudah tersebar di Sulsel dan khususnya di Kabupaten Gowa dan Takalar,”jelasnya.