Anggota Dewan Makassar Sosialisasikan Perda Kepemudaan

Anggota DPRD Kota Makassar Kasrudi

Anggota DPRD Kota Makassar Kasrudi

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Anggota DPRD Kota Makassar Kasrudi terus berupaya memberdayakan dan mengembangkan potensi pemuda dalam aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara berdasar pancasila dan UUD 1945 dalam kerangka NKRI.

Hal tersebut diutarakan dalam gelaran sosialisasi penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Kepemudaan di Hotel Continent Centrepoint, Panakkukang, Makassar, Rabu 11 November 2020.

Hadir sebagai narasumber, tokoh pemuda Panakkukang, Manggala yakni Babra Kamal dan Muhammad Rudi.

Kasrudi mengajak pemuda untuk mengetahui Perda ini agar bisa berkontribusi terhadap jalannya pemerintahan Kota Makassar.

“Kami ingin memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat, mulai dari pembentukan, wadah, fasilitas, pembinaan, kemudian permodalan, supaya para pemuda punya kegiatan bernilai positif,”kata Kasrudi.

Ia mengatakan, pemuda harus lebih mengetahui dan mampu menelaah dengan seksama aturan kepemudaan ini. 9 Desember mendatang adalah pesta demokrasi, dimana warga yang memiliki hak pilih yang menentukan pemimpin Kota Makassar.

“Karena masa depan Kota Makassar 5 tahun ke depan, ditentukan pada 9 Desember itu. Pemuda harus berkontribusi, menggunakan hak pilihnya,” ujar Legislator Partai Gerindra ini.

Aturan kepemudaan ini dibuat, salah satunya guna memberi keleluasaan untuk membentuk organisasi pemuda agar mereka ikut ambil bagian dalam pembangunan kota. Kasrudi mendorong para pemuda untuk menggagas organisasi yang bersifat kepemudaan.

“Mari kita bersama-sama mengontrol jalannya pemerintahan. Karena di tangan pemudalah, Makassar akan lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Babra Kamal dalam pemaparannya menyatakan, pemuda adalah bagian penting di republik ini. Pemuda selalu punya peran sentral dan strategis khususnya dalam merebut kemerdekaan.

Saat ini dan masa depan bangsa ini akan dihadapkan dalam bonus demografi. Hal tersebut diuntungkan dengan jumlah pemuda yang cukup banyak. Khususnya di Kota Makassar.

Beruntungnya, Makassar didatangi oleh banyak pemuda yang ingin sekolah. Makassar adalah kota sentral di Sulawesi Selatan. Baik dalam pemerintahan, ekonomi, hingga pusat pendidikan.

“Muda adalah jiwa, bukan raga. Yang paling awal yang dibangun adalah jiwanya. Demikian termaktub dalam lirik lagu Indonesia Raya,” ucap Babra.

Perda Kepemudaan begitu strategis dalam pemberdayaan pemuda. Utamanya di era digital seperti saat ini. Pemuda harus jeli menghadapi era ini agar tidak terbawa arus negatif.

“Pemuda punya kesempatan seperti pemuda di belahan bumi manapun. Keberadaan internet, membuka semua jendela dunia. Eranya sangat terbuka,” jelasnya.