Delapan Anggota DPRD Tanah Bumbu Belajar Porang di Sidrap

Sebanyak delapan anggota dewan dari DPRD Tanah Lumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) memilih belajar budidaya Porang di Sidrap pada Senin 22 November 2020 .

Sebanyak delapan anggota dewan dari DPRD Tanah Lumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) memilih belajar budidaya Porang di Sidrap pada Senin 22 November 2020 .

MAKASSAR,DJOURNALIST.com — Sebanyak delapan anggota dewan dari DPRD Tanah Lumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) memilih belajar budidaya Porang di Sidrap pada Senin 22 November 2020 . Agenda ini termasuk kunjungan kerja (kunker) dari anggota dewan tersebut.

Kedelapan anggota DPRD Tanah Lumbu tersebut diantaranya Jumron, Sayono, Tri Joko, Fatur Rahman, Boby, Tarmiji, Hamsiah dan Wahyudi.

Para dewan ini didampingi oleh pihak sekretaris dewan DPRD Tanah Lunbu yakni Andi Anwar Sadar. Adapun dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan & Holtikultura Sidrap yakni Gazali dan Ahmad.

Boby selaku pimpinan rombongan mengatakan, pihaknya memilih Sidrap untuk melakukan kunker, karena daerah ini terkenal dengan Porangnya. Terlebih Porang sudah mulai menjadi tanaman komoditi di Indonesia.

“Jadi ini adalah kunjungan study banding dari DPRD Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kami mengunjungi Sulsel, khususnya Sidrap karena ingin melihat pengembangan tanaman Porang,” sebut Bobby.

Dia menyebutkan, tanaman Porang di Sidrap sudah dikelola secara modern. Hal itu menjadi salah satu alasan DPRD Tanah Bumbu melakukan study banding di daerah ini.

“Di sini sudah disiapkan fasilitasnya. Mulai dari sekolah Porang gratis, makan minum dan bibit juga sudah ada dan lengkap,” ujar Bobby.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif mengapresiasi kunjungan study banding DPRD Tanah Bumbu. Dia pun mempersilakan seluruh pihak untuk ikut berkunjung dan belajar ke Sidrap, bila tertarik dengan tanamam Porang.

“Budidaya tanaman Porang kami di Sidrap sudah jadi agenda kunjugan nasional. Mulai dari DPRD, Dinas Pertanian hingga petani yang ingin belajar langsung,” ucap Syahar.

Syahar yang juga dikenal petani Porang Indonesia ini mengungkapkan, pihaknya menargetkan seluas 50 hektar tanah akan dijadikan sebagai sumber pembelajaran tanaman Porang bagi masyarakat Sulsel dan Indonesia.