Dewan Sulsel Sebut PPKM Tak Ditemukan dalam Undang-undang

Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulsel Selle KS Dalle.

Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulsel Selle KS Dalle.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Pemerintah bakal menerapkan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah di pulau Jawa-Bali per 11 Januari-25 Januari 2021. Daerah yang masuk kriteria tersebut diharuskan melakukan pembatasan karena masuk wilayah berisiko tinggi penyebaran COVID-19.

“Membaca ketentuan umum dalam Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan tidak bakal ditemukan istilah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),”kata Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulawesi Selatan, Selle KS Dalle melalui pesan WhatsApp, Sabtu 9 Januari 2021.

Lain halnya dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), lanjut Selle sangat jelas sumber rujukannya. “PSBB tertera secara tegas dan jelas pada ketentuan umum dalam UU Kekarantinaan Kesehatan,”kata legislator dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Menurutnya, dalam mengambil suatu kebijakan terkait perkembangan Covid-19 saat ini mestinya harus jelas rujukan undang-undangnya. Itu karena bisa berdampak banyak pada kebijakan lanjutan yang mesti diatur pada tingkat teknis.

“Padahal setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah, apalagi menyangkut soal kesehatan tidak boleh sekadar mencomot istilah tertentu,”tutur Selle.

Baik menyangkut soal hak warga, kewajiban instansi pelaksana teknis lainnya dalam lingkup pemerintahan, maupun berbagai pihak lainnya. Termasuk konsekuensi anggaran.

“Lantas kalau istilah tersebut tidak jelas dari undang-undang mana dicomot, tidak tertutup kemungkinan bisa memunculkan masalah baru di kemudian hari,” tegasnya.

Selle memprediksi maksud pemerintah memilih istilah PPKM yang sekilas kedengaran lebih soft dari PSBB supaya masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

“Tetapi sekali lagi, apapun alasan pilihan istilah itu harus jelas dari undang-undang mana diatur.
Semisal pada undang-undang Nomor 6 Tahun 2018. Kalau demikian adanya, berarti benar-benar terjadi keadaan darurat yang luar biasa,”jelasnya.