Disebut Tak Miliki IMB, Komisi Kesra Dewan Sulsel Khawatir Pembangunan Stadion Mattoanging Mangkrak

Rapat bersama Dinas Pemudah dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Selatan, Anggota Komisi E bidang kesejahteraan masyarakat DPRD Sulsel, Rabu 3 Maret 2021.

Rapat bersama Dinas Pemudah dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Selatan, Anggota Komisi E bidang kesejahteraan masyarakat DPRD Sulsel, Rabu 3 Maret 2021.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Rapat bersama Dinas Pemudah dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Selatan, Anggota Komisi E bidang kesejahteraan masyarakat DPRD Sulsel, pertanyakan terkait kelanjutan pembangunan Stadion Mattoangin Andi Mattalata Makassar.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Andi Mangunsidi mengatakan bahwa, terkait dengan Stadion Mattoangin, kabar yang diperoleh bahwa belum ada surat Izin Membangun Bangunan (IMB) dari Pemerinta Kota (Pemkot) Kota Makassar.

“Kan ini yang mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan dikeluarkan Walikota, tapi bagaimana kalau pak Wali tidak keluarkan izin tersebut?,” jelas Mangunsidi, dalam rapat kerja evaluasi triwulan IV tahun 2020, bersma OPD terkait, Rabu 3 Maret 2021.

Senada dengan Mangunsidi, Anggota DPRD Sulsel fraksi PAN, Andi Muhammad Irfan AB mengatakan bahwa, bahwa pemerinta Kota Makassar kemungkinan besar menolak stadion Mattoangin dengan alasan tidak adanya IMB.

“Ini perlu klarifikasi karena ini menyangkut anggran besar yang sudah disiapkan Pak Gub kemarin, kalau tidk salah pak gub siapkan anggaran sampai 1 triliun untuk kegiatan ini. Jadi kita mau tahu bagaimana kelanjutannya ini pak Kadis,” ujar Irfan.

Pasalnya, kata Irfan, stadion ini menjadi perhatian publik, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam hal ini kadispora sudah membongkar, kita juga sudah menganggarkan Rp 1 triliun tiba-tiba ditolak pleh Pemkot Makassar karena alasan IMBnya belum ada.

Dikabarkan sebelumnya, selain masalah IMB, Wali Kota Makassar, Moh Ramadhan “Danny” Pomanto juga menyoroti terkait analisis mengenai dampak lalu lintas seharusnya dilakukan secara matang.

Pasalnya, proyek tersebut diduga menyalahi aturan seiring lahan parkir kurang memadai dalam desain yang diterima. Sehingga memungkinkan terjadi adanya kemacetan diruas jalan sekitar stadion natinya.