Dewan Sulsel Soroti Dokter Praktek Lakukan Dispensing

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Dewan Sulawesi Selatan menyoroti maraknya dokter praktek melakukan Dispensing atau menyediakan dan memberi obat di tempat praktek sendiri yang tidak mengacu Peraturan Menteri Kesehatan dan peraturan Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan.

“Padahal pemahaman dispensing yang benar sesuai dengan Undang-Undang praktek kedokteran nomor 29 tahun 2004 pasal 35 agar obat yang disalurkan dokter terjaga keaslinya, terhindar dari pemalsuan, maka dalam mendapatkan obat yang akan disalurkan/dispensing ke pasien dokter tersebut berhubungan dengan apotik,”kata anggota komisi bidang Kesra DPRD Sulawesi Selatan John Rande Mangontan (JRM), Selasa 6 April 2021.

Ia menjelaskan, hal itu diketahui setelah
melakukan kunjungan di beberapa daerah. Banyak di temui dokter Praktek di Sulsel melakukan dispensing ditempat praktek sendiri sehingga diduga melakukan pelanggaran peraturan menteri kesehatan dan juga peraturan badan pengawas obat dan makanan.

“Padahal dokter berfungsi memeriksa/mendiagnosa pasien lalu mengeluarkan resep sesuai hasil diagnosanya lalu pasien membeli obat di apotik walaupun dr juga mempunyai kewenangan menyimpan dan menyalurkan untuk tindakan pertolongan pertama sesuai Peraturan Kementerian Kesehatan No: HK.01.07/Menkes/263/2018,”tutur politisi dari Fraksi Golkar Sulsel ini.

Lebih lanjut JRM mengatakan, apabila hal ini dibiarkan maka yang dikuatirkan akan terjadi penyalahgunaan obat. Karena jelas sekali sistem alur distribusi obat yakni dari pabrik atau pedagang besar farmasi ke apotik.

“Pihak Ikatan Dokter Indonesia perlu melakukan sosialisasi kepada seluruh dokter-dokter di Sulsel untuk mentaatinnya sehingga memperkecil penyalahgunaan,”ucapnya.

Selain itu dinas kesehatan dan BPOM melakukan pengawasan secara intensif dan senantiasa koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Badan POM, IDI, Ikatan Apoteker Indonesia, Pedagang Besar Farmasi yang ada di daerah ini.

“Hal ini bertujuan agar regulasi penyaluran obat tertib dan saya akan koordinasi dengan pimpinan komisi E untuk mengundang semua stekholder agar kita menjalankan tugas dengan baik,”jelasnya.(***)