Sebelum Sekolah Tatap Muka Secara Terbatas, Pemprov Sulsel Izinkan Daerah Simulasi KMB

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

BONE,DJOURNALIST.com  —  Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan vaksinasi covid-19 yang terus dilakukan sekaligus sebagai bentuk tindak lanjut dari amanat pemerintah pusat, untuk memvaksin masyarakat dari kalangan pelayan publik seperti guru. Tenaga pengajar ini masuk sebagai prioritas.

Vaksinasi bagi guru untuk persiapan pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap.

“Sekarang target sudah 41 persen dari total tenaga didik dari SD sampai dosen kita sudah vaksin,” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Selasa, 6 April 2021.

Diketahui juga untuk tambahan vaksin tahap II dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, hari ini atau besok (7/4) akan mengirimkan vaksin Covid-19 Biofarma sebanyak 18.880 vial atau 9,6 koli.

Sedangkan bagi proses belajar tatap muka bagi sekolah-sekolah di Sulsel bakal segera dilakukan. Plt mengizinkan daerah untuk memulai simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah tatap muka dengan syarat.

Seperti izin yang telah diberikan ke Pemkab Soppeng. Pembukaan sekolah tatap muka ini diberikan atas permintaan dari Pemerintah Kabupaten Soppeng sendiri.

“Untuk tatap muka kami sedang simulasi. Sebenarnya ada beberapa daerah yang sudah membuka seperti Soppeng,” sebutnya.

Kewenangan diberikan kepada kabupaten dan diberikan izin dengan memperhatikan sarana dan prasaran yang mendukung protokol kesehatan, zona hijau penyebaran.

“Kita lagi menguji-cobakan di Makassar, ada tiga sekolah pekan ini kita mulai lihat potensi untuk tatap muka,” ungkapnya.

Upaya ini dilakukan karena instruksi Presiden bahwa dilakukan evaluasi terlebih dahulu untuk persiapan tatap muka.

Diketahui, Pemerintah Pusat menargetkan pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021 mendatang setelah vaksinasi kepada guru ditargetkan selesai pada bulan Juni mendatang.

Pemerintah mengeluarkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag).

Melalui SKB Empat Menteri ini pemerintah mendorong akselerasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini juga sejalan dengan akselerasi pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan pemerintah.