Azhar Arsyad: Almarhum Sanusi Baco Tokoh dan Ulama Humanis

Foto kenangan Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad bersama almarhum Sanusi Baco awal April lalu saat pembukaan konferwil fatayat di Asrama Haji.

Foto kenangan Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad bersama almarhum Sanusi Baco awal April lalu saat pembukaan konferwil fatayat di Asrama Haji.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Meninggal nya Ketua MUI Sulawesi Selatan Sanusi Baco sangat dirasakan semua kalangan di daerah ini. Termasuk Ketua PKB Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad. Menurutnya almarhum merupakan tokoh dan ulama yang sangat humanis.

“Beliau tokoh dan ulama yang sangat humanis, seluruh hidupnya di abdikan untuk umat. Semua orang di perlakukan sama, siapa saja datang di layani apakah itu pejabat, masyarakat biasa, apakah orang kaya, orang biasa. Tidak ada perbedaan,”kata Azhar, Ahad 16 Mei 2021.

Pimpinan dan Anggota DPRD Sulsel mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Anregurutta DR.(HC) H.M. Sanusi Baco,Lc Ketua MUI Sulsel.

Pimpinan dan Anggota DPRD Sulsel mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Anregurutta DR.(HC) H.M. Sanusi Baco,Lc Ketua MUI Sulsel.

Bahkan ia menyebut banyak kenangan bersama almarhum. “Saya ini terlalu banyak kenangan dengan beliau mulai saat saya di Ketua PMII, Ketua PW ANSOR sampai Ketua DPW PKB,dia menambahkan.

Hal lain yang paling diingat adalah almarhum Anregurutta Sanusi Baco adalah sosok yang teduh dan meneduhi dan sosok yang sejuk dan mejekukkan.

“Meneduhi dan menyejukkan semua orang, semua kelompok, bahkan yang yang berbeda keyakinan sekalipun,”kenangnya.

Di banyak kesempatan almarhum sering membahas makna dari kata “saudara”, yang berarti se-udara. Satu ruang udara yang diberikan Tuhan.”Sebagai manusia, bisa saja ada sikap dan pandangan yang berbeda dari sosok almarhum dengan yang lain. Tetapi karena filosifi “se-udara” yang dipegang dan diyakini almarhum, perbedaan itu tidak membuat “sesak”, bahkan menjadi nutrisi yang menyehatkan bagi almarhum.Perasaan sesak dalam ruang yang se-udara ini, bisa jadi lahir dari kita yang tidak memahami hakikat dan makna dari filosofi se-udara tersebut,”ucapnya.

“Selamat jalan Gurutta. Insya Allah warisan yang engkau tinggalkan untuk kami semua murid-murid akan jaga dan teruskan tumbuh-kembangkan, meski kami tidak yakin dapat mengamalkan secara sempurna,”tutupnya.