Selangkah Lagi PT GNI Kelola 3 Blok Tambang di Luwu Timur

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Setelah melakukan penandatanganan MoU pada tahun 2020 lalu, PT Global Nickel Indonesia (PT GNI) dan BUMD PT Nusa Timur Energi (PT NTE) kini semakin dekat melangkah ke tahap awal pembangunan smelter kapasitas 1 juta metrik ton FeroNickel di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

“Ini menjadi terobosan baru, dimana di Luwu Timur telah hadir PT Vale yang memproduksi nickel matte. PT GNI dan BUMD PT NTE sudah MoU, sisa menunggu direksi yang baru untuk masuk ke tahap Joint Venture (JV) untuk mengajukan IUPK dan IUP-OPK pengelolaan 3 blok di Luwu Timur eks KK PT INCO di ESDM,” kata Ryan Latief, CEO PT GNI.

Lebih lanjut, Ryan menjelaskan, master plan PT GNI dan Perusda membangun smelter dan hilirisasi nickel merah putih dan membangun PLTA kapasitas 107MW dan Power Plan LNG kapasitas 600 MW.

“Ini guna membantu industri smelter, industri baja dan stainlissteel yang akan dibangun dikawasan industri Luwu Timur. Pembangunan mega industri tepat guna ini tentunya mengedepankan keseimbangan lingkungan, kesejahteraan masyarakat Luwu Timur, khususnya PAD Luwu Timur dan Sulsel. Potensi terbesar nickel di dunia ada di Luwu Timur. Saya selaku putra daerah tentunya ingin memberdayakan semaksimal mungkin dengan mengedepankan keseimbangan alam ekosistem yang ada di Luwu Timur serta mensinergikan dengan potensi kekayaan alam lainnya, seperti pertanian dan pariwisata Tanah Luwu,” rinci eks mantan calon Ketum PSSI itu.

Ryan juga menitikberatkan jika kekayaan alam yang ada Luwu Timur berupa potensi tambang nickel baiknya dikelola sendiri oleh putra daerah.

“Sudah saatnya daerah kita di Luwu Timur kita kelola dengan sumbera daya manusia lokal tentu dengan kompetensi tenaga ahli yang telah dimiliki oleh PT GNI yang sudah puluhan tahun menimba Ilmu dan bekerja di PT INCO. Sudah saatnya putra daerah mengelola kekayaan alamnya sendiri dan memberdayakan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Luwu Timur, terutama para pekerja di Tanah Luwu sesuai dengan isi Undang Undang Omnisbuslaw, bahwa pengusaha daerah dan pekerja daerah harus dapat diberdayakan dan mengelola daerahnya sendiri dan menjalin kerja sama,” tutupnya. (**)