Kasus Satpol PP Pukul Ibu Hamil, Rudy Pieter Goni Harap Tak Ada Lagi Kekerasan

Anggota Komisi A DPRD Sulsel,Rudy Pieter Goni.

Anggota Komisi A DPRD Sulsel,Rudy Pieter Goni.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Legislator DPRD Sulawesi Selatan Rudy Pieter Goni atau RPG berharap tak ada lagi kekerasan akibat menjalankan tugas selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.

“Saya berharap PKPM dijalan kan secara tegas. Tapi tegas itu bukan kekerasan.Masyarakat bingung dengan situasi yang ada tentunya,”kata RPG, Kamis 15 Juli 2021.

Lebih lanjut Sekretaris PDIP Sulsel itu mengatakan, butuh cara persuasif dan pendekatan kemanusiaan selama menjalankan tugas. “Jadi mohon semua bersabar baik yang menjalankan PKPM maupun masyarakat. Saling memahami posisi yang ada. Sehingga mengerti kondisi yang ada,”ucapnya

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro menyampaikan permohonan maaf atas insiden kekerasan yang dilakukan oknum Satpol saat melakukan patroli Pengetatan PPKM malam ke-enam di salah satu Warkop di Panciro Kecamatan Bajeng, Rabu malam, 14 Juli kemarin.

Alimuddin mengaku menyayangkan insiden tersebut. Pasalnya Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan selalu mengingatkan aparat dan SKPDnya untuk bertindak profesional dan humanis disegala kesempatan.

“Pertama-tama kami atas nama pemerintah dan Satpol PP menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada korban,”kata Alimuddin

Kondisi yang terjadi dilapangan sudah tidak sesuai degan instruksi pimpinan kami Bupati Gowa.

” Apalagi pak bupati kita selalu menyampaikan baik dikesempatan Coffe Morning dan Apel Siaga kepada SKPD agar profesional dan humanis dalam bekerja. Apa yang terjadi dilapangan betul-betul diluar perkiraan kami,” lanjutnya.

Dikatakan Alimuddin, dirinya akan bekerjasama dengan pihak penyidik, pasalnya saat ini korban diketahui telah melapor ke pihak kepolisian dan melakukan visum di salah satu rumah sakit di Kabupaten Gowa.

“Korban sudah melapor ke Polres dan kita semua sama-sama melihat memang ada kekerasan, namun akan kita dalami ,” jelasnya.

Olehnya dirinya menyampaikan, pihaknya akan melakukan rapat internal dan memeriksa oknum terkait dan jika terbukti maka pasti ada sanksi yang akan diberikan.

Pada kesempatan itu, dirinya juga meminta dukungan masyarakat untuk menyukseskan PPKM Mikro ini yang akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli mendatang.

“PPKM ini merupakan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Gowa agar pandemi Covid-19 ini cepat berakhir. Olehnya itu mari dukung PPKM ini agar kita bisa beraktivitas seperti biasa,” harapnya.

Dijelaskan sebelumnya, Pj Sekda Gowa yang memimpin Tim 4 melakukan operasi razia tidak menyangka dalam pengawasan terjadi miskomunikasi antara anggota Satpol PP dengan pemilik warkop saat di cek aktivitas malamnya. Sehingga menyebabkan adanya insiden keributan.

Ia pun menjelaskan, awalnya dirinya bersama tim turun melakukan patroli ke arah Kecamatan Pallangga dan Bajeng untuk menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat bahwa banyak pelaku usaha yang masih berjualan (makan-minum ditempat) di sekitar wilayah tersebut di atas jam 19.00 Wita. Sementara dalam aturannya hanya boleh berjualan atau menerima makan-minum ditempat hingga pukul 19.00 Wita.