Kontrol Diri di Jagat Maya Jaga Reputasi Nyata

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan Kemenkominfo RI dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 3 Agustus 2021 di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan Kemenkominfo RI dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 3 Agustus 2021 di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

SOPPENG, DJOURNALIST.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 3 Agustus 2021 di Soppeng, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Jarimu Harimaumu”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Dosen Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indah Wenerda, CEO Duta Batik Palu Zakiyah Ramayanih, Asisten Editor Liputan6.com Region Sulawesi Fauzan, dan deklarator Jurnalis Peduli Perempuan dan Anak Makassar Lina Herlina. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Agusli Hidayah selaku praktisi Public Relation. Kegiatan webinar kali ini dihadiri oleh 636 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan- kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama adalah Indah Wenerda yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Cakap Bermedia Digital: Cakep!”. Menurut dia, kita tidak cukup hanya mampu mengoperasikan berbagai perangkat teknologi canggih, tapi juga harus bisa mengoptimalkan
penggunaanya. Kecakapan dalam mengakses, memahami hingga berkolaborasi menjadi penting dikuasai.

Berikutnya, Zakiyah Ramayanih menyampaikan materi etika digital berjudul “Etika Berjejaring, Jarimu Harimaumu!”. Ia mengatakan, penting untuk memperhatikan kewajiban moral tentang yang baik dan buruk dalam berinteraksi lewat dunia maya agar tidak melanggar hukum dan merugikan diri sendiri.

Sebagai pemateri ketiga, Fauzan membawakan tema budaya digital tentang “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, dalam berpendapat di media sosial, kita harus memahami betul isu, beretika sopan, tidak provokatif, hindari isu SARA dan memikirkan kembali pendapat sebelum mengirimnya.

Adapun Lina Herlina, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Tips Menjaga Keamanan Digital Anak di Dunia Maya”. Ia mengatakan, untuk menjaga keamanan digital anak di dunia maya lakukan komunikasi dengan terbuka, manfaatkan
fitur perlindungan teknologi, saring konten sesuai usia, dan laporkan jika menemukan masalah di dunia maya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Antusias para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber dihargai panitia dengan memberikan uang elektronik
senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Salah satu pertanyaan menarik yang dikemukakan peserta diantaranya adalah tentang apakah aplikasi percakapan aman dari pencurian atau kebocoran
data. (**)