Kenali Ciri Investasi Bodong Agar Kantong Tidak Bolong

Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo RI dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 25 Agustus 2021 di Sidrap, Sulawesi Selatan. (foto: ist)

Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo RI dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 25 Agustus 2021 di Sidrap, Sulawesi Selatan. (foto: ist)

SIDRAP, DJOURNALIST.com – Sebanyak 1.682 peserta mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 25 Agustus 2021 di Sidrap, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Cara Aman Investasi Online”.

Program kali ini dipandu oleh Linda sebagai moderator dan menghadirkan empat narasumber, yaitu Ketua Pusat Studi Fintech Syariah, Tazkia Yaser Taufik Syamlan; Mompreneur dan dosen UHW Perbanas Surabaya, Ika Yunia Fauzia; Manajer Konten Bisnis Indonesia, David Eka Issetiabudi, dan kreator konten, Velentina Melati. Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Valentina Melati yang membawakan tema “Pentingnya Memiliki Digital Skill di Dunia Marketplace”. Menurut dia, kecakapan digital penting untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan, menciptakan inovasi dan kreativitas, fleksibilitas, serta memperluas bisnis. Dengan kecakapan digital, orang akan lebih mudah memulai bisnis daring, membangun branding, serta mengelola dan membuat strategi berjualan di lokapasar.

Berikutnya, Ika Yunia Fauzia menyampaikan topik “Peran dan Fungsi E-Market dalam Mendukung Produk Lokal”. Agar sukses berjualan daring, Ika menekankan pentingnya memahami pasar dan membaca peluang. “Pahami apa yang berulangkali dibutuhkan dan diinginkan masyarakat. Pertimbangkan peluang-peluang besar. Contohnya, di masa pandemi ini yang peluang bisnisnya masih bagus itu di sektor makanan dan minuman,” tuturnya.

Sebagai pemateri ketiga, David Eka Issetiabudi membawakan tema “Budaya Digital Masyarakat dan Kedalaman Inklusi Keuangan”. Pandemi membuat sektor digital melesat, terlihat dari tren pertumbuhan investor pasar modal, aset kripto, QRIS dan aktivitas digital lain. Terkait investasi, apapun platform yang dipilih, David menegaskan, hal terpenting adalah ketahui fundamentalnya. “Pahami juga bahwa tidak ada sesuatu yang bisa mudah didapat dalam waktu singkat,” ujarnya.

Pemateri terakhir, Yaser Taufik Syamlan menyampaikan tema “Cara Aman Investasi di Fintek”. Keberadaan gawai membuat makin banyak orang bisa mengakses layanan keuangan digital atau fintek yang juga memudahkan dalam berinvestasi daring. “Perhatikan imbal hasil yang ditawarkan, di mana rata-rata fintek itu 18-24 persen per tahun. Jadi, kalau ada yang menawarkan 20 persen per bulan, hati-hati. Itu ciri investasi bodong,” tegasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Bagaimana cara menentukan investasi yang minim modal dan risiko kecil tapi menguntungkan untuk pemula?” tanya Dedy Rahmat, salah satu peserta webinar. Yaser Taufik Syamlan mengatakan, investor pemula bisa memanfaatkan Robo Advisor untuk membantu perencanaan keuangan personal yang bisa diatur sesuai kebutuhan. “Alternatif lain adalah investasi emas, di mana saat ini sudah ada mulai ukuran 0,1 gram,” tuturnya. (**)