Menjaring Pelanggan di Dunia Maya Lewat Tampilan Produk Menarik

Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo RI dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 26 Agustus 2021 di Mamasa, Sulawesi Barat. (foto: ist)

Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo RI dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 26 Agustus 2021 di Mamasa, Sulawesi Barat. (foto: ist)

MAMASA, DJOURNALIST.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” kali ini menyapa warga Mamasa, Sulawesi Barat secara virtual pada tanggal 26 Agustus 2021. Program ini membahas tema “Sejahtera Lewat Dunia Digital”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Empat narasumber tampil dalam seminar ini, yakni Marketing Consultant, Irene Sihombing; Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Sulawesi Barat, Ir. Sugiarto Cokrowibowo S.Si MT; Relawan TIK Indonesia, Amalia Chairy S.Kom MT; dan Entrepreneur dan Yoga Teacher, Chika Mailoa. Sedangkan moderator adalah Agung Cahyono selaku Presenter TV Senior. Kegiatan yang kembali digelar di Mamasa ini dihadiri oleh 790 peserta yang telah mendaftarkan dirinya terlebih dahulu. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Materi pertama dibawakan Irene Sihombing dengan tema “Memahami Pola Perilaku Konsumen di Era Digital”. Menurut dia, ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam memulai dan membangun bisnis online. Keempat hal itu adalah pastikan kualitas produk, harga jual yang bersaing, tempat atau kesesuaian dengan lokapasar, serta jenis promosi yang digunakan. “Perlu diperhatikan design dan branding yang menunjukkan ke pelanggan bahwa barang yang ditawarkan menarik,” ujarnya.

Selanjutnya, Amalia Chairy menyampaikan paparan berjudul “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Online”. Menurut dia, banyak cara yang dapat dilakukan penjual agar menarik konsumen, misalnya bagus pada kesan pertama, gunakan kalimat singkat namun mudah dimengerti, ramah dan rajin memberi senyuman, tawarkan produk lain, bisa menjaga emosi, serta memberikan bonus dan diskon. Sedangkan hal-hal yang perlu dihindari penjual antara lain, tidak mau belajar mengelola bisnis, salah target pasar, terlalu banyak jual jenis produk, lamban menanggapi pesan pelanggan, serta terlalu banyak akun media sosial bisnis.

Pemateri ketiga Chika Mailoa memaparkan tema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Produktif”. Menurut dia, konsumtif berarti membeli barang yang kurang diperlukan dan diperoleh secara berlebihan, sedangkan produktif merupakan kegiatan membuat sesuatu dengan jumlah banyak dan mempengaruhi kehidupan secara positif. Kiat yang dapat dilakukan warganget agar lebih produktif antara lain, berpikir dua kali sebelum membeli,mencari kegiatan lain yang dapat mengembangkan diri, serta mendahulukan hobi lain daripada berselancar di platform belanja online.

Adapun Sugiarto Cokrowibowo, sebagai narasumber terakhir menyampaikan tema “Perlindungan Hak Cipta di Dunia Digital”. Ia mengatakan, hak cipta merupakan hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif. Ciptaan yang dapat dilindungi misalnya, buku, program komputer, fotografi, lagu, famplet, dan alat peraga pendidikan. Untuk melindungi diri dari pelanggaran UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, warganet harus meminta izin dari pencipta jika hendak memanfaatkan hasil karya tersebut.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya, Andi Azka di Mamasa yang bertanya tentang upaya membangun brand produk agar dapat dilirik masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Irene Sihombing bilang, langkah awal tentukan dulu jenis produk dan sasaran konsumen yang akan dipilih. Kemudian, bidiklah segmen tertentu secara konsisten. (**)