DP3A Sulsel dan Pemkab Kulon Progo Komitmen Turunkan Angka Stunting

YOGYAKARTA,DJOURNALIST.com  –  Dinas Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A) Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Komitmen turunkan kasus stunting sebagaimana yang diharapkan pemerintah pusat.

Ketua Kampung KB Sendangsari, Slamet Supriyono menjelaskan, kasus stunting di Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, mengalami pasang surut. Merujuk data yang ada, sejak tahun 2019-2020 kasus stunting mengalami penurunan yaitu 21 kasus. Kemudian tahun 2022 mengalami kenaikan 29 kasus. Akibat posyandu dihentikan karena pandemi Covid-19.

“Makanya kami komitmen dan fokus menurutnjnkan kasus stunting,”ujar Slamet, Jumat 26 November 2021.

Sedangkan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Andi Tenriola Rivai menambahkan, jumlah kasus stunting di Sulawesi Selatan memgalami penurunan 9,8 persen.

“Angka stunting di Sulsel turun signifikan hingga 9.08 persen. Ini melampaui target Nasional 14 persen untuk tahun 2024,”ucapnya.

Ia mengatakan Pemprov Sulsel terus mendorong program dalam mengentaskan angka stunting dan gizi buruk. Salah satunya, menetapkan lokus-lokus untuk menekan angka stunting dengan pendampingan oleh tenaga kesehatan.

Selain di Kecamatan Pengasih, rombongan tim DP3A Sulawesi Selatan melakukan kunjungan Kantor Pemerintahan Kalurahan Bugel , Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Ditempat ini, pihak setempat fokus dalam pengelolaan lingkungan sampah.