Tolak Eksekusi, Ribuan Warga Dusun Cambalangi Maros Tumpah ke Jalan

MAROS, DJOURNALIST.com – Tolak dieksekusi, ribuan warga yang berada di Dusun Cambalagi, Desa Tupabbiring, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, tumpah ke jalan dengan membawa berbagai jenis senjata tajam. Sabtu,20 januari 2018.

Tak hanya lelaki dewasa, ratusan santri dan ibu-ibu juga ikut serta membawa senjata tajam, mulai parang, badik, tombak hingga bambu runcing.

Menurut mereka, aksi ini sebagai bentuk kesiapan warga menghadapi rencana eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Maros yang dikabarkan akan dilaksanakan pekan depan.

“Kami siap menumpahkan darah kami, jika seandainya pihak Pengadilan Negeri tetap mengeksekusi perkampungan kami. Kabarnya akan dilaksanakan Senin ini,” kata salah seorang warga, Abrar Rahman.

Lanjutnya berdasarkan putusan Mahkamah Agung, batas lahan yang akan dieksekusi tidak berdasarkan objek sengketa yang hanya 35 hektare.

“Batas yang diputuskan itu semua sungai, jadi kalau mau diukur itu luasannya bisa sampai 100 hektare. Putusan ini jelas tidak masuk akal buat kami,” terangnya.

Dalam lokasi eksekusi, terdapat puluhan rumah, masjid, kuburan, Paud dan madrasah. Warga pun berharap, pihak pengadilan bisa meninjau ulang keputusan itu.

Karena menurut mereka, keputusan itu penuh dengan intrik dan ditengarai di dalangi mafia peradilan dan mafia tanah.  (**)