Pusat Kuliner di Makassar Belum Berjalan, Ini Kata Rahman Pina

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –  Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Rahman Pina ikut angkat bicara terkait belum terealisasinya  program menjadikan Jalan Nusantara sebagai pusat Kuliner .

Ditemui oleh awak media di Gedung DPRD Kota Makassar, Selasa, 27 Februari 2018. Rahman Pina mengatakan, stakeholder pemerintahan Kota Makassar harus melakukan pendekatan secara langsung dengan pedagang, pengusaha dan pemilik toko yang ada di Jalan Nusantara.

“Saya kira untuk urusan ini, stakeholder pemerintah kota harus bicara dari hati ke hati dengan seluruh pemilik ruko dan kantor yang ada di sepanjang Jl Nusantara. Karena untuk menjadikan itu sebagai pusat kuliner, tentu tidak mudah. Tidak gampang untuk meyakinkan orang”, kata Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar itu.

Perlu pertimbangan yang matang kata Rahman, untuk menciptakan pusat kulinet tersebut, karena hal ini berkaitan dengan ekonomi. Apakah hal itu menguntungkan atau merugikan?

“Hal ini terkait dengan ekonomi. Apakah itu menguntungkan, dan bagaimana caranya supaya dari sisi ekonomi itu bisa jalan. Agar pemilik ruko atau pemilik kantor itu merasa bahwa itu sudah sesuai dengan keinginan mereka. Ini yang harus dicocokkan,”cetusnya.

Perlu solusi yang terbaik agar program pemerintah berjalan dan pengusaha yang ada di Jl. Nusantara itu juga untung. Soal proyek pembangunan Pedagang Kaki Lima (PK5) Center, Jalan RA Kartini, hingga saat ini belum beroperasi. Rahman Pina, mengaku bahwa pembangunan PK5 tersebut memakan biaya besar.

“Kita minta agar PK5 Center itu segera dioperasikan karena itu memakan biaya yang banyak. Berapa besar anggaran yang tersedot disitu, tapi tidak berjalan kan rugi”, ungkapnya.

“Satu permintaan kita, segera operasikan PK5 Karebosi” tegas Rahman Pina. (**)