Aksi Massa DIAmi Desak BK Lakukan Pelaporan ke Gakumdu

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Iqbal Djalil selaku Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Makassar mengakui bahwa perbuatan 13 legislator yang menggunakan gedung DPRD Makassar untuk mengkampanyekan salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar adalah perbuatan salah.

Hal ini diungkapkan saat menerima aspirasi massa aksi pendukung pasangan Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti di ruang aspirasi DPRD Makassar, Jalan AP. Pettarani Makassar, pada Senin 9 April 2018 kemarin.

Setelah melakukan dua kali rapat internal BK, Iqbal mengatakan, bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil rapat ke pimpinan DPRD Kota Makassar. Dengan demikian 13 legislator diminta untuk tidak lagi mengulang perbuatannya.

Ketika Iqbal menyampaikan permohonan maaf dan mengatakan bahwa perbuatan itu adalah sebuah keikhlafan, namun massa tidak menerima alasan itu kemudian salah satu orator meneriakkan “Khilaf? Ini dilakukan banyak orang, 13 orang itu khilaf”.

Menanggapi hal itu, Iqbal Djalil kembali mejelaskannya lebih detail. ” Khilaf itu artinya salah. Khilaf itu juga adalah sebuah kesalahan,” tegas Ustadz Ije, sapaan akrabnya dengan lembut.

Perwakilan massa pendukung DIAmi, Nasran Mone meminta rekomendasi hasil rapat untuk ditembuskan ke Gabungan Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu).

” Kalau bisa perlihatkan ke kami. Atau minimal tembuskan ke Gakumdu. Karena proses di Gakumdu macet karena menunggu rekomendasi BK,” tegas Nasran Mone yang juga eks legislator.

Sementara Yusuf Gunco menegaskan, tidak ada alasan bagi BK untuk tidak menembuskan hasil rapat berkaitan 13 legislator itu ke Gakumdu.

“Kalau memang tidak mau perlihatkan ke kami. Kemungkinan terburuk sampaikan ke Gakumdu,” tegasnya, Selasa 10 April 2018.(**)