Rangga Ingatkan Dampak Bahaya Rokok Bagi Kesehatan di Kabupaten Takalar

Anggota Legislatif DPRD Sulsel Fahruddin Ragga dari Fraksi Golkar melaksanakan kegiatan dialog dan tatap muka penyebarluasan produk hukum daerah Perda Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kelurahan Bontolebang Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Kamis 12 April 2018.

Anggota Legislatif DPRD Sulsel Fahruddin Ragga dari Fraksi Golkar melaksanakan kegiatan dialog dan tatap muka penyebarluasan produk hukum daerah Perda Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kelurahan Bontolebang Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Kamis 12 April 2018.

TAKALAR, DJOURNALIST.com  – Anggota Legislatif DPRD Sulsel Fahruddin Ragga dari Fraksi Golkar melaksanakan kegiatan dialog dan tatap muka penyebarluasan produk hukum daerah
Perda Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kelurahan Bontolebang Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Kamis 12 April 2018.

Dalam kegiatan ini Fahruddin rangga di dampingi oleh kepala pemerintah Kelurahan Bontolebang Rustam Muang, Ketua Apdesi Takalar Wahyudin Mapparenta, dan dihadiri ratusan masyarakat dari keterwakilan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama yang begitu antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Fahruddin Rangga menggambarkan prinsip yang sangat mendasari perlunya kegiatan penyebarluasan produk hukum daerah kawasan tanpa rokok. Karena menurutnya ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman agar tanggap terhadap bahaya merokok khusus nya terhadap perokok pasif yang berdampak pada kualitas kesehatan.

“Perlu di ketahui perda kawasan tanpa rokok ini bukan hanya diperuntukkan bagi perokok aktif tapi bagi penjual rokok pun termasuk di dalamnya dan diharapkan agar memahami pembatasan tempat tempat dalam kawasan tanpa rokok sehinga efek positifnya masyarakat bisa lebih hidup sehat dengan lingkungan yang sehat,”ujar Rangga.

Harianto yang mewakili Kepala Biro Hukum HAM Pemprov. Sulsel menambahkan kegiatan ini sangat bagus sekali karena ini untuk memberi penyadaran kepada masyarakat.

“Kami sangat apresiasi kegiatan ini yang telah di lakukan pak Rangga,”katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, struktur hukum jadi sarana yang menerapkan aturan melalui peraturan daerah wilayah mana yang kemudian masuk menjadi kawasan tanpa rokok di daerah tersebut. Sebab tujuannya sangat bagus untuk menciptakan ruang dan lingkungam yang bersih.(**)