Pembangunan Gedung Perpustakaan DPRD Makassar Dinilai Tidak Transparan

Anggota Komisi C DPRD Makassar,Andi Amirullah Jaya.

Anggota Komisi C DPRD Makassar,Andi Amirullah Jaya.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Pembangunan gedung perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, yang terletak disamping ruangan Sekretariat Dewan (Sekwan) Makassar, dinilai tidak transparan.

Pasalnya pembangunan yang memakan biaya sebesar Rp584 juta yang ditargetkan akan selesai dalam waktu 88 hari ini, tidak dibahas atau bahkan tidak diketahui oleh anggota dewan.

Anggota Komisi C DPRD Makassar Susuman Halim mengatakan, bahwa gedung perpustakan yang dikerjakan sejak 2 Oktober lalu tidak transparan.”Membandel semua itu, dari mana bisa dibangun itu gedung perpustakaan, sementara belum dibahas. Tidak transparan itu,” tegas Sugali sapaannya, Rabu 31 Oktober 2018

Hal serupa juga disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Andi Amirullah Jaya saat melakukan pemantauan dilokasi pembangunan.”Kita tidak pernah tahu pembangunan perpustakaan ini. Sebenarnya itu harus dibahas di Komisi C, sehingga kita juga tau sejauh mana perkembangan pembangunan yang dilakukan,” kata Legislator Fraksi Partai Hanura itu.

Selain itu, para pekerja bangunan juga dinilai asal-asalan dalam bekerja. Berdasarkan pengamatannya, banyak pekerja yang tidak profesional dalam bekerja. Ia menyarankan agar tetap mengedepankan keselamatan kerja.”Setelah saya perhatikan proses pembangunannya, itutidak diperhatikan juga keselamatan kerja. Semuanya menggampangkan sesuatu, tidak usalah memburu target pengerjaannya. Jadi semua harus transparan,” jelasnya.