Tarif Parkir Rp 15 Ribu Dinilai Tak Wajar, Dewan Sebut PD Parkir Picu Masalah

Ketua Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Makassar, Yunus Hj.

Ketua Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Makassar, M. Yunus.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Ketua Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Kota Makassar, M Yunus mengkritik penetapan tarif parkir khusus oleh PD Parkir Makassar Raya di wilayah Kanrerong dan Karebosi, Jalan RA Kartini, Makassar.

Meski dapat dapat menghilangkan intensitas parkir liar,Namun Yunus hal tersebut justru akan berdampak buruk bagi perekonomian di Kota Makassar. Pasalnya, relokasi pedagang di kanrerong juga belum selesai.

“Tidak masuk akal itu. Jangan gara-gara karena mau cari untung besar justru mau dikasih berlakukan tarif parkir seperti itu,” kata Yunus saat ditemui di ruang Komisi B DPRD Kota Makassar, Rabu 31 Oktober 2018.

Legislatior Fraksi Partai Hanura ini menjelaskan, masalah tersebut pernah terjadi sebelumnya di Kecamatan Ujung Pandang. Dimana, sistem parkir tersebut justru mengakibatkan beberapa jukir di wilayah tersebut melakukan demo di Gedung DPRD Kota Makassar.

“Kalau begini Pemerintah Kota Makassar yang sengaja menghilangkan sumber pendapatan daerah (PAD) Kota Makassar. Keputusan itu di keluarkan tanpa koordinasi atau laporan ke DPRD,” jelasnya.

Yunus juga mengatakan bahwa, Komisi B akan panggil pihak PD Parkir untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP), untuk membahas pembengkakan tarif parkir yang dinilai tidak wajar itu.

Diketahui, tarif parkir melakui terminal parkir elekterik di wilayah tersebut sebesar Rp15 ribu perjam, Rp30 ribu pada jam berikutnya (Maksimal lima jam), diatas lima jam sampai dengan 12 jam dikenakan tarif Rp60 ribu, sementara diatas 12 jam dikenakan tatif Rp100 ribu. Tarif tersebut akan diberlakukan pada Jumat 2 November 2018.