DPRD Sulsel Berharap Pembangunan Stadion Barombong Tetap Dilanjutkan

Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Kadir Halid

Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Kadir Halid.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com  –  Ketua Komisi E Bidang Kesra DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid berharap pembangunan stadion barombong setelah pemerintah provinsi menghentikan pembangunan stadion bernilai Rp 300 miliar tersebut.

“Kami berharap tetap dilanjutkan. Namun demikian kami meminta surat dari BPKP tersebut,”ujar Ketua Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid, Senin 1 Juli 2019.

Kadir mengungkapkan pembangunan stadion tersebut dihentikan sementara karena Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dianggap bermasalah. Sedangkan hasil audit tersebut belum diterima oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Sulsel.

“Tadi dalam rapat kami minta hasil audit itu. Tapi kata kadispora belum menerimanya,”katanya.

Ia melanjutkan, pembangunan itu harus tetap dilanjutkan. Karena masih banyak yang belum selesai. Yang baru proses pengerjaaan adalah pembangunan fisiknya saja.

“Kan sayang, anggaran sudah digelontorkan tapi dihentikan. Alas haknya juga perlu dituntaskan,”pintanya.

Sebelumnya, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah mengeluarkan hasil auditnya terhadap pembangunan Stadion Barombong. Hasilnya bermasalah dan pembangunan Stadion Barombong harus dihentikan.

Plt Kepala Inspektorar Sulsel, Salim dalam keterangan resmi di kantornya Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat 28 Juni lalu, mengatakan, ada dua hasil audit BPKP yang sudah diserahkan ke Pemprov Sulsel melalui Inspektorat. Pertama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan belum menyelesaikan alas hak kepemilikan atas sebagian lahan di Stadion Barombong. Lalu kedua, masih dibutuhkan audit konstruksi secara menyeluruh terhadap semua bangunan Stadion Barombong. “Dari kedua kesimpulan ini, pembangunan Stadion Barombong dihentikan sementara. Soal poin pertama hasil audit BPKP itu, ternyata ditemukan masih ada lahan Stadion Barombong yang belum memiliki sertifikat,” katanya.

Hanya saja, Salim belum tahu berapa pastinya luas lahan Stadion Barombong yang belum bersertifikat. Di mana alas hak kepemilikan seluruh lahan Stadion Barombong harus diselesaikan, termasuk tahan hibah juga harus mempunyai alas haknya. Untuk rekomendasi atas kedua hasil audit BPKP itu, lanjut Salim, saat ini tengah dirampungkan. Jika sudah selesai, pembangunan Stadion peninggalan masa pemerintahan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo itu akan dilanjutkan kembali.

“Kita harap hasil audit BPKP selesai tahun ini, agar tahun 2020 kita lanjutkan kembali pembangunan Stadion Barombong. Kasihan juga kalau pembangunannya terbengkalai,” katanya.