Imbas Corona, Wakil Ketua DPRD Sulsel Minta Pemda Maros Perhatikan Nelayan Bontoa

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Muzayyin Arif.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Muzayyin Arif.

MAROS,DJOURNALIST.com – Wakil ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Maros memberi perhatian pada masyarakat nelayan, yang sementara dalam perjalanan kembali ke Bontoa dalam jumlah besar.

Mereka adalah nelayan asal Kecamatan Bontoa yang telah melaut beberapa bulan terakhir di perairan Kalimantan. Berdasarkan laporan relawan di Bontoa, pekan ini dikabarkan akan pulang dan kembali ke Bontoa.

Di tengah merebaknya virus corona, semua nelayan yang kembali akan dilakukan pemeriksaan sebagai bentuk tanggap corona. Protokol tersebut dilakukan untuk menghindari masuknya virus Corona ke kawasan nelayan tersebut.

Semua nelayan yang masu kek Bontoa akan dilakukan skrining. Selanjutnya mereka akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.  Tetapi ada persoalan yang dihadapi di lapangan saat ini. Laporan dari masyarakat bahwa hanya ada satu alat skrining di Puskesmas. Sementara beberapa hari lagi akan tiba ratusan orang.

“ Info teman-teman dari Bontoa, mereka kesulitan sebab hanya tersedia satu alat skrining.Sementara hari Rabu nanti akan tiba nelayan dalam jumlah banyak, 600 sampai 1000 orang,”ujar Muzayyin, Senin 30 Maret 2020.

Mengantisipasi lonjakan nelayan yang tiba itu, Muzayyin telah berkordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Pengendalian Covid 19 kab Maros. Dalam hal ini Sekda Kabupaten Maros. Ia secara khusus meminta ketua gugus covid kab Maros memberi perhatian pada masyarakat Bontoa.

“Alhamdulillah, Saya sudah kordinasi langsung dengan pak sekda, selaku ketua gugus tugas pengendalian COVID 19 Maros, insya Allah ia janji akan berikan perhatian pada masyarakat nelayan yang akan tiba nanti,” kata politisi dari Fraksi PKS ini.

Muzayyin juga memberi apresiasi kepada aparat desa di Kecamatan Bontoa yang begitu sigap membentuk Desa siaga tanggap Covid 19. Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan juga sudah mengeluarkan peraturan terkait Desa Siaga Tanggap Covid 19.