Rapat dengan Dewan Sulsel, Direktur RSUD Sayang Rakyat Curhat Pegawainya Kewalahan Bayar Tol

Direktur RSUD Sayang Rakyat, dr. Haeriyyah Bohari menjelaskan serapan realisasi anggarannya didepan anggota Komisi E Dewan Sulsel, Kamis 19 November 2020.

Direktur RSUD Sayang Rakyat, dr. Haeriyyah Bohari menjelaskan serapan realisasi anggarannya didepan anggota Komisi E Dewan Sulsel, Kamis 19 November 2020.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Sulsel, melakukan Rapat keja (Raker) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Ranperda APBD tahun 2021. Yang hadiri empat rumah sakit. Yaitu RSUD Sayang Rakyat, RSUD Labuang Baji, RSUD Haji, dan RS Dadi, Kamis 19 November 2020.

Dalam kesempatan itu, Direktur RSUD Sayang Rakyat, dr. Haeriyyah Bohari menjelaskan serapan realisasi anggarannya didepan anggota Komisi E Dewan Sulsel.

“Alhamdulillah per tanggal 31 Oktober 2019 atau sebelum Covid target realisasi anggaran mencapai 120 persen. Sedangkan di tahun 2020 naik 179 persen. Jadi tak ada masalah bagi kami tentang Covid-19,”katanya.

Hanya saja yang dikeluhkan adalah 50 persen gaji pegawainya harus bayar tol. Tidak sebanding dengan kebutuhan ekonominya. Akibat akses menuju ke RS yang terletak di Jalan Ir.Sutami sangat jarang dilalui transportasi umum seperti pete-pete.

“Tolong pak dewan bantu kami. Bahkan sudah banyak pegawai kami ingin pindah ke RS lain yang lebih sejahtera karena lebih irit mengeluarkan biaya transportasi,”keluhnya didepan anggota dewan.

Minimal kata dia, bisa menambah biaya untuk bayar uang tol, sebab gaji habis di ongkos tersebut.

Sementara itu,Ketua Komisi E, Rusdin Tabi berharap apa yang disampaikan dalam forum ini bisa dicarikan solusi bersama.

“Diharapkan semua OPD menyusun draf anggaranya. Semoga program yang ada cepat terselesaikan. Masukan saran kami harapkan untuk program tepat saaran,”kata Rusdin.

Dari laporan pimpinan RS kepada Dewan, ditemukan adanya OPD di RS minim realisasi dari target sebelumnya.

Misalnya, APBD 2021 RS Labuang Baji mengusulkan pendapatan Rp 84 miliar. Kini capaian November Rp 59 mikiar atau 85, 33 persen, sedangkan target perubahan Rp 69 miliar.

Lain halnya RS Haji target APBD 2021 yakni Rp 47 miliar. Kini baru Rp 27 miliar. Sedangkan di perubahan terget turun Rp 43 miliar.

Sedangkan RS Dadi mengusulkan pendapatan 2021 sebelumnya Rp 38 miliar. Namun sudah melampaui target karena saat ini realisasi mencapai Rp 49 miliar.