Anggota Dewan Makassar Hasanuddin Leo Nilai Perda Baca Tulis Al-Qur’an Perlu Direvisi

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo menilai Perda nomor 1 tahun 2012 tentang Baca Tulis Alquran sudah saatnya direvisi. Sebab, naskah dalam regulasi tersebut tidak sesuai kondisi saat ini.

Hal itu disampaikan, Leo sapaan akrabnya, saat menggelar sosialisasi peraturan daerah (perda) nomor 1 tahun 2012 tentang Baca Tulis Al-Quran di Hotel Travelers, Jumat 9 April 2021.

“Perda ini produk di periode pertama sehingga perlu masukan peserta karena ini untuk melakukan penyempurnaan atau revisi,” jelas Leo.

Leo menjelaskan, salah satu tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan bangsa atau masyarakat yang memiliki karakter dan dedikasi. Harapannya, generasi memiliki iman dan taqwa.

“Perintah Alquran, semua manusia beribadah. Kegiatan ini termasuk ibadah yang kemudian setelah acara ini disebarluaskan,” bebernya.

Sementara, Narasumber Kegiatan, Moh Syarief memberikan apresiasi terhadap dewan lantaran mendorong lahirnya Perda Baca Tulis Alquran. Regulasi ini sangat penting untuk masyarakat Makassar.

“Saya kira ini bentuk apresiasi kepada anggota dewan. Kita akan dukung di pemerintah,” tegas Moh Syarief.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Agung Wirawan mengatakan, pembuatan Perda ini agar setiap kegiatan di dalamnnya memiliki legalitas atau payung hukum.

“Jadi, kalau ada yang larang kegiatan Baca Tulis Alquran, tolong kasi lihat Perda ini,” jelas Agung.

Agung menjelaskan, Alquran diturunkan untuk manusia di bulan suci ramadan. Menurut dia, Alquran bagi sebagian warga di Indonesia hanya menjadi kitab suci. Setelah dibeli, hanya menjadi pajangan.

“Alquran di Indonesia, disimpan di laci karena dianggap kita suci dan harus disterilkan sehingga lima tahun berjalan masih baru,” ungkapnya.(***)