Dewan Sulsel Soroti Kantor Pelayanan Terpadu Satu Atap Khusus Pekerja Migran Terlalu Kecil

Komisi E Bidang Kesra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulaweai Selatan (Sulsel) melakukan kunjungan kerja ke Kota Parepare, Senin 12 April 2021.

Komisi E Bidang Kesra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulaweai Selatan (Sulsel) melakukan kunjungan kerja ke Kota Parepare, Senin 12 April 2021.

PAREPARE,DJOURNALIST.com – Komisi E Bidang Kesra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulaweai Selatan (Sulsel) melakukan kunjungan kerja ke Kota Parepare, Senin 12 April 2021.

Kunjungan teraebut dalam rangka pembahasan laporan keterangan pertanggung hawaban Gubernur Sulsel akhir tahun anggaran 2020.

Pimpinan dan anggota komisi E juga meninjau langsung Kantor Pelayanan Terpadu Satu Atap Khusus pekerja Migran.

Wakil Ketua Komisi E, Sofyan Syam mengharapkan dari hasil kunjungan kerja ini nantinya dapat memberikan masukan yang lebih baik kpada Gubernur.

“Ini dalam upaya peningkatan daerah Sulsel dan terkhusus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat kedepannya,” ujar Sofyan.

Meski menghadapi pandemi Covid-19 kata dia, pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat Sulsel dapat ditingkatkan minimal jangan sampai mengalami penurunan yang sangat seknifikan.

“Kami juga sangat mengprisiasi dan mensuport LTSA – PMI yang baru beberapa bulan ini di resmikan yang akan mengcover wilaya indonesia Timur tentang pekerja migran Indonesia,” katanya.

Adapun anggota komisi E DPRD Sulsel Andi Fauzi Wawo mempertanyakan terkait posisi kantor migran yang dinilai terlalu kecil. Hal lain soal mengapa kantor tersebut tidak berada di Makassar.

“Jadi kita sarankan kepada penyelenggara kantor agar sosialisasi bisa merata karena ini agak repot jika hanya di pusatkan di satu wilayah saja, ditambah lagi dengan keadaan kantor yang kurang memadai,” pungkasnya.

kepala UPTD LTSA PMI Kota Parepare, dr Syamsi Alang yang mendampingi Komisi E DPRD Sulsel meminta kepada Komisi E selaku mitra kerja dapat mensuport dan memperhatikannya.

“Apalagi beban kami sangat berat yaitu kami disini mengcover wilayah Indonesia Timur dalam pengurusan tenaga kerja migran Indonesia ada pun juga permintaan kami untuk difasilitasi ruangan untuk pra keberangkatan,” ucapnya.