RS Pusat Otak Nasional Bakal Dibangun di Makassar

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI, Prof dr Abdul Kadir, didampingi Neurolog RS PON Jakarta, dr Nizar Yamanie dan Neurolog, dr Ashari, saat melakukan pertemuan dengan Plt Gubernur Sulsel, di Rujab Wagub Sulsel, Sabtu, 17 April 2021.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI, Prof dr Abdul Kadir, didampingi Neurolog RS PON Jakarta, dr Nizar Yamanie dan Neurolog, dr Ashari, saat melakukan pertemuan dengan Plt Gubernur Sulsel, di Rujab Wagub Sulsel, Sabtu, 17 April 2021.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengaku siap mensupport rencana pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Sulsel. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional akan dibangun oleh Kementerian Kesehatan RI.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI, Prof dr Abdul Kadir, didampingi Neurolog RS PON Jakarta, dr Nizar Yamanie dan Neurolog, dr Ashari, saat melakukan pertemuan dengan Plt Gubernur Sulsel, di Rujab Wagub Sulsel, Sabtu, 17 April 2021.

Turut hadir mendampingi Plt Gubernur Sulsel, diantaranya Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sulsel, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Pemprov Sulsel, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Kepala BKAD Sulsel, dan Direktur RS Dadi.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI, Prof dr Abdul Kadir, mengatakan, pihaknya ingin melaporkan, ada keinginan Menteri Kesehatan untuk membangun Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Makassar. Nantinya, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini menjadi rumah sakit otak kedua di Indonesia, setelah Rumah Sakit Otak Nasional di Jakarta.

“Kami mohon bantuan Bapak Plt Gubernur untuk merealisasikan rencana pembangunan rumah sakit ini. Dan kami siapkan anggaran sekitar Rp 900 miliar untuk bangunan gedung dan peralatan rumah sakit,” ungkapnya.

Bangunan RS Pusat Otak Nasional ini, kata dia, bisa berstandar internasional. Bahkan rumah sakit ini, bisa menjadi peluang besar untuk Sulsel, karena akan melayani masyarakat di Indonesia bagian timur. Ia pun berterima kasih atas penerimaan dan dukungan Plt Gubernur Sulsel dalam mendukung percepatan pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Makassar.

Ditambahkan, Neurolog RS PON Jakarta, dr Nizar Yamanie mengaku, persetujuan dari Plt Gubernur menjadi kabar gembira untuk percepatan pembangunan rumah sakit ini. Ia pun memuji infrastruktur di Sulsel, khususnya di Makassar yang berkembang pesat.

“Makassar ini akan jadi central Indonesia Timur. Banyak potensi di Sulsel. Aman Indonesia jika Gubernurnya (Andi Sudirman Sulaiman) seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengaku, Pemerintah Provinsi Sulsel menyiapkan beberapa lokasi untuk pembangunan rumah sakit. “Sulawesi Selatan nyatakan siap untuk pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini. Kami senang dengan ide ini,” imbuhnya.

Apalagi, kata dia, banyak aset Pemprov Sulsel yang bisa dimanfaatkan untuk digunakan. Yang nantinya bisa dihibahkan untuk pembangunan rumah sakit ini.

Andi Sudirman pun memaparkan beberapa progres pembangunan di Sulsel. Diantaranya, Makassar New Port yang menjadi pelabuhan terbesar, bahkan kapal 400 meter bisa bersandar, serta transportasi lainnya yang terus dikembangkan seperti bandara dan kereta api.

“Untuk lahannya, kita bisa buatkan hibah bangunan dan kerjasamakan. Kita ingin nantinya rumah sakit ini dikelola BUMN, karena ini beresiko. Saya tidak mau menetapkan kebijakan yang jika itu nantinya bisa berubah (pergantian kepemimpinan),” katanya.

Ia pun mengaku, senantiasa menerima kembali kunjungan rombongan Kementerian Kesehatan. “Anytime, kapan saja, saya selalu terbuka. Saya siap menerima, yang penting untuk masyarakat banyak. Mari kita sama-sama kerjakan,” tegasnya.

Diketahui, tingkat kesakitan karena stroke (serangan otak) yang cukup tinggi, maka diperlukan rumah sakit yang khusus dan secara komprehensif menangani masalah kesehatan otak dan syaraf (neurologi). Stroke juga menjadi salah satu tertinggi tingkat penyebab kematian terbanyak di rumah sakit di Indonesia.