Anggota Dewan Makassar Wahab Tahir Bakal Revisi Perda Baca Tulis Alquran

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Anggota DPRD Kota Makassar, Abd Wahab Tahir kembali menemui kontituennya. Kali ini dalam rangka Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Alquran di Hotel Pessona, Senin 10 Mei 2021.

Menurut Wahab—sapaan akrabnya, regulasi ini sudah waktunya untuk direvisi. Pasalnya, Perda Pendidikan Baca Tulis Alquran sudah memasuki tahun ke sembilan namun tak efektif dalam memberikan pemahaman Alquran ke generasi milenial.

“Insya allah perda akan segera kami revisi. Sebab, Perda ini belum bisa berjalan maksimal,” tandas Wahab Tahir.

Tak maksimal, sambung Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar ini, lantaran belum adanya yang mengatur hak dan kewajiban pemerintah kota di dalam perda. Sehingga, jika regulasi ini berhasil direvisi maka peran Pemkot akan diperjelas.

“Dalam revisi nanti akan kami perjelas peran Pemkot Makassar,” jelasnya.

Dijelaskan Wahab, dirinya terus mengambil Perda tentang Pendidikan Baca Tulis Alquran sebab bisa melahirkan generasi qurani yang bisa menghiasi seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karena Alquran ini bisa melindungi kita dari hal-hal yang membahayakan. Makanya, pemerintah harus hadir untuk mewujudkan hal itu,” bebernya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Muzakkar Zul Fuadi mengatakan, penyebarluasan baca tulis Alquran sangat penting. Sebab Alquran sebagai pedoman hidup umat islam hingga pembeda antara haq dan bathil.

“Bicara baca tulis Alquran, ada tiga macamnya. Yakni Qiroah, Tilawah dan Tahfidz,” jelas Muzakkar.

Qiroah, kata Muzakkar, macam interaksi dengan Alquran tersebut dengan baik, benar dan terukur menggunakan tajwid. Kemudian, Tilawah yaitu interaksi dengan memaknai tiga kategori.

Mulai membaca, memahami ayat yang dibaca, mengamalkan dalam aktualisasi kehidupan, baik dalam konteks ibadah ritual ataupun dalam konteks ibadah secara sosial.

“Tahfidz yaitu orang yang menghafal Alquran,” tukasnya