Fauzi Andi Wawo Sebut Sistem Pertanian Organik Dinilai Lebih Layak dari Sistem Pertanian Modern

Anggota Fraksi PKB, Andi Fauzi Wawo saat membacakan pandangannya dalam rapat paripurna pemandangan fraksi-fraksi di DPRD Sulsel, Jumat 13 November 2020.

Anggota Fraksi PKB, Andi Fauzi Wawo saat membacakan pandangannya dalam rapat paripurna pemandangan fraksi-fraksi di DPRD Sulsel, Jumat 13 November 2020.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Anggota DPRD Sulawesi Selatan Fauzi Andi Wawo, melaksanakn konsultasi publik rancangan peraturan daerah Sulawesi Selatan tentang Sistem Pertanian Organik, Ahad 29 Mei 2021.

Dalam sambutannya ia mengatakan, sistem pertanian irganik adalah salah satu cara menjaga pangan rakyat Kota, khususnya Kota Makassar.

“Kita ketahui bahwa produk-produk dari sistem pertanian modern selama ini sudah menunjukkan dampak negatif yang besar. Hasil pertanian yang sesak pestisida secara jelas membawa dampak buruk bagi kesehatan manusia. Dan hasil pertanian tersebut sebahagian besar didistribusi, dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat kota. Selain itu sistem pertanian modern juga merusak lingkungan hidup,”kata Fauzi.

Sekretaris PKB DPRD Sulsel ini berharap, dari perda ini dapat menjadi payung hukum yang lebih rinci mengatur tentang perlindungan terhadap para petani dan produsen produk organik.

“Pelibatan pemerintah Sulsel dalam sistem pertanian organik, penyediaan sarana dan prasaran produk pertanian organik, budidaya pertanian organik, dan beberapa hal penting yang menjamin terlaksananya sistem pertanian organik di Sulsel secara berkelanjutan,”ucapnya.

Lanjut Fauzi, nantinya perda ini akan menganut asas kearifan lokal. Artinya penyelenggaraan pertanian organik akan mempertimbangkan karakteristik sosial, ekonomi, dan budaya serta nilai-nilai luhur yang berlaku didalam tata kehidupan masyarakat setempat.

Sebagai nara sumber dalam kegiatan konsultasi publik tersebut yaitu Umar selaku ketua Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan (Gerbang Tani) Provinsi Sulawesi Selatan, Ampi Amrullah dan beberapa tim Perumus antara lain , Al Mujahid Akmal, Irfan Ilyas, dan Abdul Rahim Muchtar.