DPRD Sayangkan Pemerintah Tidak Tegas Melarang TKA Cina Masuk ke Sulsel

Tiga anggota Komisi E DPRD Sulsel. Rusdin Tabi (kiri), Rezki Mulfianti Lutfi (tengah), dan Ismail Bachtiar (kanan).

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – 20 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina masuk ke Sulawesi Selatan (Sulsel), mereka adalah calon pekerja PT Huadi Nickel Alloy, Kabupaten Bantaeng.

Pimpinan dan anggota DPRD Sulsel mengucapkan selamat HUT Bhayangkara ke-75

Pimpinan dan anggota DPRD Sulsel mengucapkan selamat HUT Bhayangkara ke-75

Masuknya TKA Cina tersebut membuat DPRD Sulawesi Selatan geram. “Harusnya pemerintah pusat menutup penerbangan internasional untuk sementara waktu ini melihat kondisi penyebaran covid 19 di indonesia semakin tinggi,”kata Ketua Komisi E bidang kesejahteraan rakyat DPRD Sulawesi Selatan,Rusdin Tabi kepada Djournalist.com melalui via whatsApp, Senin, 5 Juli 2021.

Menurut politisi dari Partai Gerindra ini, pemerintah harus berani melakukan langkah langkah yang lebih besar di samping mengatasi pergerakan orang dalam negeri. “Kita harus ingat bahwa awalnya virus ini datangnya dari luar negeri (Cina),”katanya.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulawesi Selatan Rezki Muflianti Lutfi menambahkan,masuknya warga negara asing ini, ternyata sudah gelombang ketiga. Padahal bertepatan dengan diberlakukannya PPKM darurat.

“Ternyata ini ada tiga gelombang yang masuk,”katanya.

Ia menjelaskan, pada rabu lalu ia pada saat rapat kerja dengan dinkes dan satgas sempat menanyakan kepada mereka. Karena ada laporan dari pihak angkasa pura ada WNA yang tiba di bandara.

“Sudah seharusnya dinkes beserta satgas dan pihak angkasa pura lebih ketat dalam menerima wna yg akan msuk d sulsel.
mengingat kita harus menekan tingkat penyebaran Covid-19,”tutur Rezki.

Lanjut politisi dari Partai NasDem itu, saat ini pihaknya sementara menunggu informasi dari Dinas Tenaga Kerja Sulawesi Selatan terkait masuknya TKA asal Cina itu.

Adapun anggota komisi E DPRD Sulawesi Selatan Ismail Bachtiar mengaku mereka masuk tanpa sepengetahuan Dinas Ketenagakerjaan dan pihak Imigrasi.

“Saya kadang heran, Imigrasi katanya tidak tahu menahu terkait kedatangan TKA, terus siapa mi yang tahu,” ungkap Ismail yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel ini.

Ia menilai, pemerintah bisa tegas menutup lapak dagangan pelaku usaha kecil pada malam hari, demi mengatasi penularan Covid-19. Sementara pemerintah dinilai tidak tegas terhadap terhadap TKA.

“Pemerintah harusnya jaga perasaan masyarakat, tegaslah sedikit. Sekira wajar kalau masyarakat terus teruskan tidak percaya sama pemerintah, tiba-tiba dari luar bisa masuk ke sini, stop kedatangan TKA, pulangkan mereka!,” tegasnya.

“Kita khawatir jika dibiarkan terus-terusan, tidak menutup kemungkinan akan ada lagi TKA-TKA berikutnya yang datang ke Sulsel,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Makassar Agus Winarto menyebut bahwa, 20 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang masuk Sulawesi Selatan (Sulsel) sampai saat ini belum mengantongi izin kerja atau mempekerjakan tenaga asing (IMTA).

Dikutip dari Suarasulsel.id (Suara.com), 20 TKA yang belum mengantongi IMTA dari Kementerian Ketenagakerjaan adalah calon pekerja PT Huadi Nickel Alloy, Kabupaten Bantaeng.

“20 orang ini masih menunggu notifikasi dari Kemenaker. Yang keluarkan izin kerja kan dari Kemenaker, kami hanya izin tinggal untuk bekerja,” ujar Agus di kantornya, Senin 5 Juli 2021.

Kantor Imigrasi Makassar masih memberi izin tinggal hingga 30 hari mendatang. Jika dalam waktu 30 hari izin IMTA-nya belum juga keluar, maka mereka akan dipulangkan.

“Kalau 30 hari belum ada notifikasinya belum keluar, maka mereka akan keluar atau pulang. 30 hari diberi kesempatan. Tapi ini kewenangannya di Kemenaker. Dipulangkan langsung ke negaranya, lewat Jakarta karena kita tidak ada penerbangan dari Makassar,” jelasnya.