Kenali ‘Kolam’ yang Akan Diarungi dalam Berbisnis Daring

Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo RI dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 24 Agustus 2021 di Maros, Sulawesi Selatan. (foto: ist)

Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo RI dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 24 Agustus 2021 di Maros, Sulawesi Selatan. (foto: ist)

MAROS, DJOURNALIST.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” pada Selasa, 24 Agustus 2021 membahas tema “Cara Aman Investasi Online”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Program kali ini menghadirkan 687 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Digital Marketing Consultant, Rosmini Hamid; Peneliti Jalin Institute dan Pegiat Literasi, Nurbaya; Sekolah Tinggi Multi Media MMTC dan Pegiat Japelidi, Ardian Setio Utomo; Pemengaruh (influencer) dan Model, Nur Fitriani. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Digital Enthusiast, Desy Indira. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Rosmini Hamid yang membawakan tema “Mengenal Marketplace, Aksesibilitas, Jenis dan Fitur”. Menurut dia, ketika baru memulai bisnis daring harus mengetahui ‘kolam’ yang akan digarap, seperti target market dan pesaing bisnis. “Butuh pengetahuan besar tentang dunia marketplace karena ketika buta saat masuk, yang kita harapkan tidak sesuai kenyataan,” terangnya.

Berikutnya, Nur Fitriani menyampaikan materi “Peran dan Fungsi E-market dalam Mendukung Produk Lokal”. Dia melihat, banyak pelaku UMKM enggan menggunakan lokapasar, gagap teknologi, dan malas belajar. Nur pun menekankan bahwa para pelaku UMKM harus proaktif mempelajari teknologi baru demi kemajuan dan keberlangsungan usahanya.

Sebagai pemateri ketiga, Ardian Setio Utomo membawakan tema tentang “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, membeli produk secara daring merupakan salah satu upaya mendukung UMKM. Meski begitu, tanamkan pola pikir untuk memproduksi hal-hal bermanfaat. “Salah satu caranya dengan menemukan dan menggali potensi diri,” ujarnya.

Nurbaya, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Cara Aman Investasi Online”. Dia mengatakan, saat memilih investasi berisiko tinggi hendaknya tidak menggunakan uang kebutuhan sehari-hari. “Jangan dicampurkan alokasi anggaran pendidikan, investasi maupun tabungan, karena akan merusak ketahanan keuangan rumah tangga. Siapkan dana khusus jika ingin berinvestasi,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Bagaimana cara membedakan platform lokapasar yang cocok bagi pelaku UMKM yang baru merintis?” ujar Dwinita Larasati, salah satu peserta dari kegiatan Literasi Digital di Maros. “Untuk pemula, tentukan dahulu value atau brand awareness yang akan didongkrak itu apa? Persaingan di dalam lokapasar sangat ketat dan pelaku usaha dituntut merawat dengan baik toko di lokapasar,” papar Rosmini Hamid memberikan tips. (**)