Jaga Privasi Saat Bertransaksi di Dunia Maya

Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo RI dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 27 Agustus 2021 di di Bombana, Sulawesi Tenggara. (foto: ist)

Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo RI dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 27 Agustus 2021 di di Bombana, Sulawesi Tenggara. (foto: ist)

SULTRA, DJOURNALIST.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 27 Agustus 2021 di Bombana, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”.

Program kali ini menghadirkan 1203 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Direktur Regional ICSB Jatim, Meithiana Indrasari; pemengaruh, Tesa Lonika R. Meluwu, Asisten Direktur KPW BI Sulteng, Aryo Wibowo TP; serta IOT Engineer & Pengajar STMIK Catur Sakti Kendari, Sulkifly Said. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Arie Mega dari Katadata. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Meithiana yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Aman Bertransaksi Daring”. Menurut dia, transaksi elektronik telah digunakan 91% masyarakat Indonesia. Agar aman bertransaksi daring, perkuat perlindungan gawai dan akun dengan selalu memperbarui anti-virus dan sistem operasi, kata sandi yang kuat, serta logout seusai transaksi.

Berikutnya, Tesa menyampaikan materi etika digital berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Ia mengatakan, dalam bertransaksi digital, prinsip 3P (Paham, Proteksi, dan Pakai) harus diperhatikan. “Pahami tipe platform untuk transaksi, proteksi gawai dan akun untuk melindungi data pribadi, serta pakai etika bisnis di era digital,” pesannya.

Pemateri ketiga, Aryo, mengusung tema budaya digital tentang “Sistem Pembayaran di Era Digital”. Menurut dia, masyarakat didorong untuk melakukan pembayaran non tunai lewat berbagai instrumen seperti beragam jenis kartu, uang elektronik, dan kanal digital. Sistem pembayaran terus didorong untuk menjaga ekosistem sistem keuangan perbankan dan fintech.

Adapun Sulkifly, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Jenis Penipuan di Internet”. Ia mengatakan, berbagai ancaman di dunia maya meliputi penipuan, rekayasa sosial, hingga virus dapat dihindari dengan beberapa tips. Langkah utama yang harus diperhatikan, antara lain memperkuat kata sandi, pasang dan selalu perbarui anti-virus, dan menggunakan aplikasi resmi.

Usai pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Panitia memberi hadiah uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Salah satu pertanyaan menarik peserta diantaranya tentang bagaimana membangun kepercayaan konsumen terhadap toko daring kita yang masih sepi pengunjung dan ulasan. Narasumber menjelaskan bahwa promosi dan penawaran harus terus-menerus dilakukan. Materi promosi bisa terus disebar lewat berbagai media lain seraya terus meningkatkan produk kita secara kualitas maupun kuantitas. (**)