Wali Kota Danny Pomanto Sebut Program Kapal Covid-19 Tidak Diperpanjang

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi meluncurkan program Isolasi Apung Terpadu di atas KM Umsini, di pelabuhan peti kemas, Makassar, Senin 2 Agustus 2021.

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi meluncurkan program Isolasi Apung Terpadu di atas KM Umsini, di pelabuhan peti kemas, Makassar, Senin 2 Agustus 2021.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com – Pemerintah Kota Makassar tidak akan memperpanjang program kapal Covid-19. Pasalnya program ini dinilai tidak efektif lagi setelah penumpang terus mengalami penurunan.

“Tidak efektif lagi untuk diperpanjang,”kata Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto, Sabtu 11, September 2021.

Danny mengatakan program Kapal Apung Umsini COVID-19 berakhir pada Selasa, 21 September 2021. Karena itu, penanganan pasien COVID-19 dilakukan bersamaan dengan program Pemerintah Provinsi Sulsel.

“Kita lihat kondisi bed occupancy rate (BOR) nya. Dulu kan hampir 100 lebih orang di dalam, sekarang sisa 20, terus turun, jadi Bor nya sisa 2,5 persen makanya tidak efektif lagi untuk diperpanjang,”ucapnya.

“Kemudian kita lihat 1-2 hari ini. Ini kan tanggal 11 September, kita lihat tanggal 13 September tetap menurun, kita cocokan beberapa hal. Pertama angka terkonfirmasi, tadinya 700 per hari sekarang 54, 57, dan 51 orang. Kedua, BOR di RS, Bor perawatan kita sisa 14 persen, BOR ICU kita sekitar 20 persen, dan BOR kapal 2,5 persen,”dia menambahkan.

Menurut dia, hal ini perlu disyukuri karena isolasi terpadung apung berhasil. Olehnya itu ia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan dengan adanya program ini. “Kalau ada pasien yang ingin melakukan isolasi terpadau, kita tidak bikin lagi. Kita minta izin gubernur memakai fasilitas provinsi,”jelasnya.