Sosialisasi Perda PUG dalam Pembangunan, Yeni Rahman Ajak Perempuan Menggali Potensi

Anggota DPRD Makassar, Yeni Rahman.

MAKASSAR,DJOURNALIST.com  –  Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Yeni Rahman menggelar sosialisasi perda tentang pelaksanaan pengarustamaan gender (PUG) dalam pembangunan. Dalam kegiatan itu, Yeni mengajak perempuan menggali potensi.

“Perda nomor 5 tahun 2019 tentang PUG dalam Pembangunan, saya mengajak perempuan menggali potensi dirinya,”ujar Yeni dalam sambutannya saat menggelar sosialisasi perda di Hotel Golden Tulip, Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis 31 Oktober 2022.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar tidak terjadi ketimpangan sosial di tengah-tengah masyarakat. Sebab ia menilai perempuan memiliki peran dalam membangun daerah ini.

” Pengetahuan tidak hanya didapat dalam pendidikan formal semata. Disinilah juga peran pemerintah terkait gender untuk membangun daerah ini,”tutur politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Turut hadir dalam kegiatan ini sebagai narasumber yaitu Dosen Sosiologi Unhas,DR Mufida Raf dan juga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Achi Soleman.

Sementara itu Mufida, menjelaskan, soal gender. Yaitu pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan yang terjadi dalam sebuah kesepakatan. Jadi siapapun harus terlibat dalam pembangunan ini. “Kenapa perda ini harus dibuat? supaya dikondisikan sama-sama membangun. Perempuan tidak harus menjadi ibu rumah tangga. Tapi juga memiliki keahlian dibidang yang dikuasainya,”ucapnya.

Adapun Achi menambahkan, merujuk data februari 2021 lalu, kekerasan terhadap perempuan sebanyak 36 persen. Sedangkan kekerasan terhadap anak mengalami peningkatan mencapai 70 persen. “Sampai di bulan maret sudah mencapai 100 kasus, kebanyakan kasus yang dijumpai adalah kekerasan seksual terhadap anak,”katanya.

“Disinilah bentuk ketidakadilan gender jika merujuk dalam perda PUG dalam pembangunan,”lanjutnya.

Ia pun menghimbau kepada orangtua untuk melakukan edukasi kepada anak agar kasus kekerasan tidak terjadi. Sehingga anak dapat mengeyam pendidikan dalam kaitan perda ini.

” Di Makassar angka perceraian mencapai 1.300. Kalau sudah begini otomatis terabaikan pendidikan anak. Sama hal nya kalau terjadi kekerasan seksual. Makanya peran orang tua sangat dibutuhkan,”ucapnya.